Sadarkah kita selama ini alam bukan hanya milik kita yang hidup pada saat ini tetapi, juga akan menjadi milik generasi penerus bangsa? Mungkin sebagian sadar, tetapi seiring berjalannya waktu, kesadaran itu akan hilang. Misalkan ketika kita menebang pohon seenak hati tanpa menanamnya kembali.
Jika tidak ada pohon, berarti tidak ada juga kehidupan. Pohon memiliki daun, daun merupakan tempat terjadinya fotosintesis. Fotosintesis menghasilkan oksigen. Oksigen berguna untuk pernapasan. Itu artinya, tidak ada pohon kita tidak bisa bernafas. Saat ini mungkin masih banyak pohon-pohon yang tersisa. Namun, bagaimana untuk generasi berikutnya? Apakah mereka masih bisa merasakan bagaimana itu oksigen? Seperti kata pepatah, "tidak ada orang tua yang tega membunuh anaknya." Bukankah generasi penerus itu adalah anak kita nantinya? Jika kita tidak ingin membunuhnya, jangan lakukan hal-hal yang merusak nyawa mereka.
Salah satu dampak yang dapat kita rasakan jika kita menebang pohon seenaknya saja adalah banjir bandang. Banjir bandang terjadi karena akar pohon tidak sanggup menahan air lagi. Mungkin saja itu karena faktor usianya yang masih muda dan kita tidak menerapkan sistem tebang pilih.
Bila banjir bandang terjadi akan timbul beberapa penyakit kulit dan diare. Selain itu, kekurangan air besih juga melanda. Kita menjadi tidak sehat dengan mengkonsumsi air yang tidak bersih itu., bukan? Jika disetiap daerah tidak melakukan sistem tebang pilih, maka terjadilah banjir bandang. Tentunya negeri kita ini menjadi tidak sehat.
Untuk itu mari kita lakukan sistem tebang pilih, menanam kembali pohon-pohon hijau dan hal-hal lainnya yang bernilai positif untuk mendukung negara kita menjadi lebih sehat agar nantinya generasi pernerus bangsa masih tetap bertahan. Bukan kah lebih banyak pohon itu lebih sehat? :)





